Penyebab hamil Anggur, Faktor Resiko Dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp
hamil anggur

Hamil anggur atau Mola Hydatidosa adalah suatu kehamilan yang abnormal karena plasenta atau ari-ari yang terbentuk pada penderita hamil anggur tidak normal dan berbentuk seperti sekumpulan anggur.

Bahkan seringkali janin tidak terbentuk sama sekali, hanya jaringan plasenta yang abnormal. Hamil anggur sulit dideteksi pada awal kehamilan, karena pada awalnya mirip dengan kehamilan normal, hamil anggur akan terdeteksi jika seorang wanita melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Bacaan Lainnya

Gejala Hamil Anggur

  • Perdarahan pada trimester 1. Terkadang perdarahan ini mirip dengan perdarahan implantasi.
  • Mual dan muntah yang sangat parah.
  • Perut terlihat membesar melebihi usia kehamilan.
  • Keluarnya cairan berwarna kecoklatan atau gumpalan seperti anggur dari vagina.
  • Nyeri panggul

Penyebab Hamil Anggur

Hamil anggur adalah proses pembuahan yang abnormal, biasa terjadi karena sperma yang membuahi sel telur kosong atau terdapat 2 sperma yang membuahi sel telur. Pada kondisi sperma yang membuahi sel telur kosong itu disebut dengan kehamilan anggur lengkap, sel terbentuk hanya dari gen ayah sehingga janin tidak terbentuk. Namun, plasenta atau ari ari tetap tumbuh dan tumbuh menjadi tidak normal.

Pada kondisi 2 sel sperma yang membuahi 1 sel telur disebut dengan kehamilan anggur sebagian. Dalam kondisi ini terdapat tambahan genetik dari ayah, sehingga hasil pembuahan tidak bisa bertahan lama atau mati dalam beberapa minggu.

Faktor Resiko Hamil Anggur

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bisa terjadi kehamilan anggur, diantaranya:

  • Hamil saat berusia lebih dari 35 tahun
  • Pernah mengalami kehamilan anggur sebelumnya
  • Pernah mengalami keguguran

Penanganan Hamil Anggur

Sebagian hamil anggur akan mengalami keguguran spontan. Keguguran tersebut biasanya mengeluarkan jaringan yang berbentuk gumpalan-gumpalan yang menyerupai gumpalan sebuah anggur.

Namun, jika tidak mengalami keguguran, dokter akan mengalami tindakan penanganan secepatnya guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk. Tindakan yang biasa dilakukan oleh dokter diantaranya :

Kuretase

Sebelum melakukan tindakan kuret biasanya dokter akan melebarkan serviks lalu mengangkat jaringan abnormal dengan alat khusus.

Histerektomi

Histerektomi adalah tindakan pengangkatan rahim. Namun, prosedur ini biasa dilakukan pada penderita yang tidak berencana hamil lagi.

Pemulihan

Sel abnormal bisa saja tertinggal didalam rahim setelah dilakukan kuretase. Sel tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa bulan. Namun, pada beberapa kasus, dibutuhkan penanganan lebih lanjut untuk menghilangkannya.

Untuk memastikan sel abnormal sudah hilang, penderita perlu melakukan pemeriksaan kadar HCG, melalui tes darah atau urine. Kadar hormon tersebut harusnya kembali normal setelah pengangkatan jaringan abnormal.

Jika kadar hormon tetap tinggi, berarti masih ada sisa sel yang masih tersisa didalam rahim. pemeriksaan ini dilakukan selama 6 sampai 1 tahun setelah seoarang wanita mengalami kehamilan anggur.

Pos terkait